Wali Kota Didesak Batalkan Lelang Proyek Itera

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Komunitas Aksi Rakyat (AKAR) dan Barisan Jajah Korupsi Lampung saat menggelar aksi demo di depan kantor pemkot Bandarlampung, Rabu. (12/4). Foto (Dok Fajar Sumatera)

BANDARLAMPUNG, – Wali Kota Bandarlampung Herman HN,  didesak membatalkan lelang proyek pembangunan Gedung Itera dengan pagu anggaran sekitar Rp30 miliar pada APBD 2017.

Desakan itu dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Komunitas Aksi Rakyat (AKAR) dan Barisan Jajah Korupsi Lampung (Bajak) Lampung, lewat demo di depan Kantor Pemkot Bandarlampung, Rabu, (12/4).

Alasan pengunjukrasa, kebijakan pemkot ini melenceng jauh dari koridor dan peraturan yang ada pasca dikeluarkannya keputusan Gubernur Lampung nomor G/29/VI.02/HK/2017 dan keputusan Mendagri nomor 188.4418-2399 Tahun 2017 Tanggal 14 Maret 2017 tentang pembatalan beberapa materi Perda Bandarlampung Nomor 1 Tahun 2016 tentang APBD 2017 dan Peraturan Walikota Bandar lampung Nomor 1 Tahun 2017 tentang TA 2017.

Baca Juga:  Defisit Keuangan Pemkot Capai Rp191 M

“Sudah sejak lama sebelum terbit kedua keputusan tersebut , pemerintah Bandarlampung sudah seolah bernafsu dan tidak sabar lagi menjalankan program proyeknya yang jelas-jelas telah menyalahi peraturan Mendagri nomor 13 tahun 2006,” kata Koordinator Aksi, Indra Musta’ in, saat menggelar aksi demo di depan kantor pemkot Bandarlampung, Rabu, (12/4).

Purna Arena Yudha selaku perusahaan pemenang tender itu dengan nilai penawaran yang ditetapkan pada kontrak kegiatan sebesar Rp29,74 miliar diduga telah terealisasi tender dan lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung untuk pembangunan gedung Itera yang dimenangkan oleh PT Purna Arena Yudha dengan nilai penawaran yang ditetapkan pada kontrak kegiatan sebesar Rp29,74 miliar diduga telah menyalahi aturan.

Baca Juga:  Pemkot Bokek

Sebab, jika ditelusuri dari jadwal pelaksanaan lelang kegiatan ini seperti pada Pengumuman Pascakualifikasi kegiatan tanggal 9 Januari rangkaian jadwal pelaksanaan mekanisme lelang hingga penetapan pengumuman pemenang per tangal 20 Januari 2017 dan 27 Januari jadwal penandatanganan kontrak kegiatan jelas telah menyalahi peraturan, karena telah mendahului keputusan Mendagri tanggal 14 Maret 2017 lalu.

“Dalam hal proses pemilihan penyedia barang dan jasa diduga telah mendahului anggaran alokasi dan pengesahan DIPA/DPA yang tidak disetujui atau ditetapkan kurang dari nilai pengadaan barang dan jasa. Proses pemilihan penyedia barang/jasa dilanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak setalah dilakukan revisi DIPA/DPA atau proses pemilihan Barang/jasa dibatalkan,” ungkapnya.

“Hal ini diperkuat dengan bunyi Keputusan Menteri dalam Negeri Nomor 188. 4418-2399 Tahun tanggal 14 Maret 2017 diktum kedua dan ketiga Walikota Bandarlampung menyampaikan perubahan peraturan Walikota Bandarlampung Nomor 1 Tahun  2017 tentang penjabaran APBD tahun 2017 kepada DPRD Bandarlampung tentang perubahan APBD 2017,” ujarnya.

Baca Juga:  Akhir Tahun Pemkot Lunasi Utang Pembangunan

Oleh karena itu, ia menduga kebijakan pemerintah Bandarlampung telah mengkangkangi keputusan Mendagri Nomor 188.4418-2399 Tahun 2017 dan tidak menganggap DPRD Bandarlampung.

“Mengingat dengan telah berjalannya kegiatan proyek tersebut, sementara hingga kini sesuai dengan mandat mendagri belum dilakukannya penyampaian perubahan Peraturan walikota Bandarlampung Nomor 1 Tahun 2017 tentang penjabaran APBD TA 2017 kepada DPRD Bandarlampung tentang perubahan APBD 2017,” paparnya.

Ia berharap, pemerintah Bandarlampung agar membatalkan proses lelang kegiatan yang diduga telah menyalahi peraturan sebelum dilakukan penyampaian perubahan peraturan Wali Kota Bandarlampung nomor 1 tahun 2017 tentang penjabaran APBD 2017 kepada DPRD Bandarlampung terkait perubahan APBD 2017.

“Kami berharap  DPRD Bandarlampung untuk mengambil sikap  secepatnya tentang perubahan Peraturan Bandarlampung Nomor 1 Tahun 2017 tersebut dan mendesak SKPD agar membatalkan lelang proyek tersebut,” pungkasnya. (TIM)

Lelang Proyek LSM AKAR Pemkot

Posting Terkait