Warga Korban Penggusuran Tolak Tawaran Pemkot Bandar Lampung

Penggusuran rumah warga Pasar griya, Sukarame, Bandar lampung beberapa waktu lalu. (ist)

BANDAR LAMPUNG – Rabu 5 September 2018, Warga Korban Penggusuran Pasar Griya Sukarame, elemen pendamping (LMND Lampung, SMI Cabang Bandar Lampung, GMNI Bandar Lampung, SP Sebay, FSPMM, FSBKU, dll), dan LBH Bandar Lampung sebagai Kuasa Hukum warga, menyelenggarakan Press Conference terkait tanggapan atas tawaran yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang disampaikan melalui DPRD Kota Bandar Lampung dalam Pertemuan Audiensi tertanggal 3 September 2018.

Bahwa sebelumnya DPRD Kota Bandar Lampung telah melakukan rapat terlebih dahulu secara internal dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan dihasilkan 3 Poin tawaran.

Bahwa Hasil pembahasan tersebut kemudian disampaikan oleh DPRD Kota Bandar Lampung kepada Warga Korban Penggusuran Pasar Griya Sukarame saat Pertemuan Audiensi berlangsung. DPRD Kota Bandar Lampung menyatakan bahwa tawaran tersebut merupakan tawaran final yang disanggupi dan tidak lagi dapat mengeluarkan tawaran selain 3 Poin yang ditawarkan tersebut. Adapun 3 Poin yang ditawarkan adalah:

Warga akan direlokasi ke Rumah Susun yang tersedia dengan jumlah 16 unit di sebaran 3 (tiga) Rusun berbeda yang Pemerintah Kota Bandar Lampung miliki.

Bagi warga yang memililki anak yang masih duduk di bangku sekolah akan dibantu dalam proses pemindahan sekolah yang berdekatan dengan lokasi Rumah Susun bagi anak-anaknya.

Terhadap pemindahan warga ke rumah susun, akan dibantu dalam hal pengangkutan harta benda warga yang ada dan jika ada warga yang akan pindah keluar Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan membantu proses pemindahannya.

Bahwa terhadap permasalahan yang ada, warga merasa keberatan terhadap tawaran yang ditawarkan tersebut. Warga menilai dengan tersedianya rumah susun yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak berarti pula menjawab persoalan hak hidupnya.

Warga menilai bahwa tawaran tersebut bukan merupakan tawaran yang solutif, karena tidak mengakomodir hak-hak warga yang telah dilanggar pasca tergusurnya Pasar Griya Sukarame Bandar lampung, terutama hak usaha yang warga butuhkan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Maka Warga Korban Penggusuran Pasar Griya Sukarame Bandar Lampung menyatakan sikap, bahwa:

Menolak tawaran yang ditawarkan dalam Audiensi bersama DPRD Kota Bandar Lampung pada Hari Senin, Tanggal 3 September 2018 terkait pembahasan penyelesaian permasalahan yang dialami masyarakat Korban Penggusuran Pasar Griya Sukarame.

Akan menempuh jalur penyelesaian lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan demi mendapat keadilan.

Terhadap proses yang dilakukan, siap untuk menerima segala bentuk konsekuensi logis yang ada.

Hidup Rakyat!

Panjang Umur Perjuangan!

Muhamad Ilyas                                                                                                                                                    PJ Perkara

Contact Person: 081278314997

(rls)

WARGA PASAR GRIYA

Posting Terkait