Waykanan Komitmen Brantas Buta Aksara Al-Quran

WAYKANAN– Bupati  Waykanan H. Raden Adipati Surya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Tiuh Balak Pasar Baradatu, Rabu(8/11). Kunjungan mendadak Bupati tersebut dalam rangka melihat langsung pelaksanaan “Waykanan Mengaji” bagi kalangan pelajar yang telah dicanangkan 22 Juni 2016 yang lalu. Program ini merupakan keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas Buta aksara Al-Quran di Bumi Ramik Ragom.

Pada kesempatan itu Raden Adipati Surya menyampaikan, pengenalan baca-tulis al-Quran pada anak usia dini tak boleh diremehkan, mengingat kian maraknya godaan yang berpotensi menggerus bahkan mengeleminasi minat mereka terhadap al-Quran.

“Segala inovasi dan terobosan perlu dilakukan untuk mempekenalkan al-Quran pada mereka agar lebih gampang dan praktis. Poin penting tersebut dalam pelatihan metode praktis belajar cepat membaca dan tulis Al-Quran untuk anak usia dini,” kata bupati.

Pelaksanaan Waykanan mengaji bagi kalangan pelajar telah dicanangkan 22 Juni 2016 lalu. Kegiatan tersebut intinya memberikan keterampilan pada peserta dalam mengajarkan al-Quran dengan metode tertentu, sehingga anak didik lebih cepat paham dan bisa membaca-menulis al-Quran.

“Kita butuh cara bagaimana anak-anak cepat bisa mengaji kalau sudah bisa mengaji, mereka akan senang dan diharapkan cinta al-Quran,” terangnya.

Bupati yang akrab disapa dengan Adipati ini melanjutkan, namun yang lebih penting adalah dukungan dan dorongan dari orang tua terhadap anak-anaknya agar memiliki kecintaan terhadap al-Quran. Dukungan tersebut penting mengingat saat ini begitu banyaknya hiburan yangmembuat anak seoalah tidak punya waktu untuk belajar al-Quran.

Era teknologi saat ini, banyak kalangan terutama anak-anak yang memanfaatkan teknologi ini untuk hiburan salah satunya bermain games online. “Jika kita kembali pada beberapa tahun kebelakang jarang sekali orang dapat bermain Games Online, karena masa itu internet hanya tersedia di kota-kota besar. Selain itu jumlah manusia yang memiliki komputer dan handphone sangat terbatas. Hanya orang-orang golongan kelas atas dan kalangan bisnis yang memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan, sekarang hampir semua orang menggenggam Smartphone ditangan, tidak terkecuali anak-anak,” ulas bupati.

Pada zaman dahulu, kata Raden Adipati, anak-anak sangat aktif bermain kelompok sehingga terjalin hubungan sosial yang kuat, seperti bermain gasing dan layangan.

“Permainan tersebut tentu saja tidak menyenangkan jika hanya dimainkan sendiri. Sehingga dari kecil anak-anak sudah terbiasa melakukan hubungan sosial. Setelah menjelang sore anak-anak jaman dulu pulang kerumah masing-masing mandi dan menuju mushalla untuk mengaji. Sedangkan sekarang berbanding terbalik, semakin jarang mushalla yang menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar al-Quran,” imbuh bupati.

Usai melakukan inspeksi mendadak itu, Bupati Raden Adipati Surya bersama Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Waykanan, Edwin Bavur dan rombongan menuju kecamatan Banjit untuk memeriksa dan meninjau hasil Pembangunan di kampung Argomulyo, Rantaujaya,Neki, Sumber baru, Sumber sari , Bonglai, Campang delapan, Kemu dan Kampung Simpang asam.(*)

Al Quran

Posting Terkait