Waykanan Tambah Lahan Tanam Kedelai

ist

BLAMBANGANUMPU–Pemerintah Kabupaten Waykanan mendapatkan luas tambah tanam kedelai yang mencapai 7.267 hektare. Adanya tambahan lahan diharapkan bisa mendorong minat petani untuk bersama-sama menanam kedelai dan mewujudkan Lampung sebagai lumbung kedelai nasional.

“Kita harus bisa menanam kedelai di lahan yang ada. Walaupun saat ini baru 7,267 hektare, tetapi tahun 2018 bisa ditambah lagi,” ujar Wakil Bupati Waykanan, Edward Antony, Rabu (20/12).

Menurut dia, banyak yang bisa dimanfaatkan dari tanaman kedelai. Selain dijadikan lauk makan sehari-hari, kedelai juga bisa dijadikan susu, kue dan makanan lainnya.

Baca Juga:  Waykanan Luncurkan Pupuk Subsidi Online

Dengan luas lahan yang cukup, petani kedelai diminta untuk tidak ragu bercocok tanam. Bila harga jual sedang murah, kedelai bisa dijadikan bahan baku kue ataupun makanan lainnya.

“Jangan khawatir kalau hasil kita melimpah karena tidak akan terbuang sia-sia,” kata dia.

Edward menjelaskan, melalui Kementerian Pertanian, pemerintah mulai menggenjot produksi kedelai tahun ini setelah jagung. Selain menambah luasan areal tanam 200.000 hektare, Kementan melihat masih ada peluang 2,5 juta hektare lahan tambahan untuk pengembangan kedelai.

Baca Juga:  Adipati Sosialisasi Ketenagalistrikan

Dengan menambah areal tanam 200.000 hektare, total area tanam kedelai sepanjang tahun ini seluas 768.226 hektare. Luasan ini diharapkan dapat menggenjot produksi kedelai yang tahun ini ditargetkan 1,2 juta ton.

Produktivitas kedelai hingga 1,8 ton per hektare. Dari target produksi 1,2 juta ton sepanjang tahun ini, hanya mampu memenuhi 50% dari total kebutuhan 2,4 juta ton per tahun.

Sementara pada 2018 areal tanam kedelai ditargetkan 1,5 juta yang berasal dari tambahan lahan hutan produksi maupun konversi produksi. Berdasar hasil pemetaan, pemerintah membidik peluang 2,4 juta lahan untuk pengembangan kedelai di sejumlah daerah seperti Aceh, Jawa, NTB, NTT, Sulsel, Kalsel, Kaltim, Sumut, Sumsel, Riau, Jambi, Lampung.

Baca Juga:  Saipul Buka Muskab Korpri

“Persoalan kedelai tidak hanya berkaitan dengan produksi saja, tetapi juga tata niaga dan bea masuk impor kedelai 0%. Ini berakibat kedelai lokal tak mampu bersaing dengan kedelai impor yang harganya lebih murah,” tegasnya.(*)

lahan kedelai waykanan Waykanan

Posting Terkait