YABI Akan Rayakan Satu Tahun Kelahiran Delilah

Yayasan Badak Indonesia (ist)

BANDARLAMPUNG- Memasuki satu tahun kelahiran anak badak Sumatera bernama Delilah, Yayasan Badak Indonesia (YABI) akan merayakannya dengan memotong nasi tumpeng, di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), tanggal 12 Mei 2017 mendatang.

Senior Advisor YABI Sumatera, Ade Kurnia Rauf, menyebutkan, dalam acaranya nanti, rencananya akan dihadiri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan beberapa undangan lainnya.

“Ini sebagai ungkapan syukur kita atas kelahiran badak yang sekarang berumur satu tahun dan bobotnya sudah mencapai hampir 300 Kg. Dari itu, kami mengingatkan kepada Kepala Balai TNWK untuk merayakannya dengan memotong tumpeng,” ujar Ade, saat berkunjung ke ruang Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Selasa (9/5).

Baca Juga:  Proyek SRS TNWK Diduga Syarat Penyimpangan

Dia mengatakan, masyarakat seharusnya patut bersyukur Lampung memiliki kekayaan seperti badak walau saat ini perkembangannya masih sangat memprihatinkan. Hal ini mengingatkan kembali bagaimana pentingnya mengembangbiakkan dan menjaga badak di SRS, membesarkan anak badak.

Dengan bertambahnya jumlah badak di SRS, sambung Ade, YABI merasa perlu adanya pembenahan terkait sarana dan prasarananya seperti penambahan rumah badak untuk keberlangsungan konsentrasi perkembangbiakan yang lebih baik. Sehingga nantinya badak-badak yang ada dapat dilepas kembali di TNWK.

Baca Juga:  Truk Pengangkut Gajah TNWK Terguling

“Badak kita kan sudah bertambah dua dari hasil perkawinan badak bernama Ratu dan Andalas, dengan anak bernama Andatu dan Dalilah. Ini kan harus ada rumah yang baru dan masih kami usahakan. Kerena rumah yang lama hanya cukup untuk lima ekor badak saja. Kalau dipaksakan kurang baik untuk perkembangannya,” ucapnya.

Di samping itu, pihaknya juga perlu adanya tambahan badak yang bisa diambil dari alam untuk mendapat peranakan yang baik. Dan memperbaiki manajemen sehingga SRS tak hanya dikenal di lingkup Indonesia saja, namun dekenal ASEAN hingga internasional. Sehingga orang yang berkunjung untuk belajar tentang badak bisa lebih luas.

Baca Juga:  Kehidupan di Tengah Hutan Belantara TNWK

Di sisi lain, Kepala Balai TNWK, Subakir menuturkan, kondisi kesehatan anak badak Delilah sangat diperhatikan, dengan memeberi makanan dan vitamin yang teratur. “Kondisinya sehat, sangat dikontrol setiap harinya. Layaknya anak yang masih belia, Delilah belum bisa dipisahkan dari induknya hingga empat tahun,” kata Subakir.(ZN)

 

Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas TNWK Yayasan Badak Indonesia

Posting Terkait